KESESATAN MANTRA YOGA SERTA MEDITASI REIKI
Penggunaan mantra yoga ini banyak dilakukan oleh berbagai
“rumah/padepokan yoga”. Pengistilahan penyebutan mantra syirik
dikalangan para praktisi yoga kadang disamarkan dengan istilah chanting.
Chanting adalah menyebutkan kalimat yang diulang seperti om yoga om,
adalah untuk meditasi memusatkan konsentrasi dengan membuang pikiran
yang ada di luar sebelum berlatih Yoga.
Mantra om yoga om yang
sering dilafalkan sebelum latihan yoga adalah sebuah mantra syirik.
Dimana kita ketahui penyebutan suku kata om sering dilakukan pemeluk
agama hindu atau budha. Maka jika kita menyebutkan om yoga om maka tanpa
sadar kita akan terjerumus pada kesyirikan. Sama seperti penyebutan
simbol-simbol Reiki seperti simbol Raku (bentuk petir) yang mempunyai
fungsi mengusir kekuatan jahat. Namun simbol Raku ini sebetulnya adalah
lambang kekuatan Dewa Petir Tibet yang bernama Vajrapani atau dalam
bahasa Tibet disebut Dorju Raiten (kekuatan langit yang terang
benderang). Simbol ini dianggap lambang kekuatan tertinggi di bumi yang
bisa dikuasai manusia dan hanya dapat digunakan secara sempurna oleh
seorang Dewa.
Hakikatnya jika kita memanggil simbol Raku dan
memanggil namanya sesungguhnya kita memanggil kekuatan Dewa Petir Tibet
dengan kata lain kita disadari atau tidak disadari akan berbuat syirik
pada Allah karena memanggil dan meminta kekuatan Dewa-Dewanya masyarakat
Tibet. Begitu pula halnya jika menyebut om yoga om. Kalimat tersebut
adalah bahasa weda yang berarti sebutan bagi Tuhan / Dewa-dewanya agama
Hindu.
Maha Suci Allah dari yang orang-orang kafir sifatkan. Tiada dewa atau tuhan selain Allah. Firman Allah Ta’ala:
لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلاَّ اللهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ
“Sekiranya ada di langit dan bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah
keduanya itu telah rusak binasa.Maka Maha Suci Allah yang mempunyai
‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.”(QS.Anbiyaa’(21):22)
KESESATAN RITUAL DAN SPIRITUALITAS YOGA
Dalam prakteknya, yoga mirip dengan kegiatan olah raga/ olah tubuh
dengan tujuan tertentu. Nama asli olah tubuh ini sendiri berasal dari
bahasa sangsekerta yaitu sastanga suriyanama sakar yang artinya sujud
kepada matahari dengan menggunakan anggota tubuh yang delapan. Dengan
demkian, yoga bukanlah olahraga murni yang bertujuan untuk meningkatkan
kesehatan dan kebugaran tubuh maupun ketenangan batin, sebagaimana klaim
para praktisinya. Secara esensi yoga lebih dekat pada salah satu bentuk
ritual setan atau praktik ibadah yang ditujukan oleh pengikutnya kepada
dewa matahari. Bentuk ritual ini merupakan praktik yang sudah
berlangsung selama ribuan tahun yang lalu di India.
Gerakan
yoga secara khususnya bertumpu pada sepuluh gerakan. Salah satu bentuk
gerakannya adalah gerakan menelungkup di atas tanah dengan keadaan
memanjang hingga ke delapan anggota tubuh menyentuh tanah (dua tangan,
hidung, dada, dua lutut, dan jari-jemari dua telapak kaki). Gerakan ini
serupa dengan bentuk gerakan sujud kepada matahari dengan menggunakan
anggota tubuh yang delapan.
Jika kita amati, maka
gerakan-gerakan yoga ini menyerupai gerakan para dewa yang disembah oleh
orang-orang India (di dalam buku senam yoga untuk ibu hamil terdapat
gerakan-gerakan seperti ini dimana gerakan-gerakan ini dijelaskan
merupakan gerakan seperti gerakan dewa, jelaslah disini bahwa senam yoga
memang merujuk gaya dan gerakan para dewa yang disembah oleh kaum
pagan). Dalam Yoga, menggunakan doa-doa disebut mantra yoga dan
gerakan-gerakan disebut hatha yoga. Dalam melakukan gerakan ini, mereka
mengiringinya dengan lafadz-lafadz dan bacaaan tertentu yang beraroma
mantra. Mereka melakukannya dengan irama teratur. Sebagian dari
bait-bait mantra ini mengandung nama-nama matahari yang berjumlah 12.
Dalam mengucapkan mantra-mantra (mereka menyebutnya afirmasi) terkadang
mereka menambahinya dengan lafadz aum haraam, aum hariim, aum haruum,
yang memiliki makna dalam bahasa Indonesia “Ya, Dewa atau Wahai Dewa“.
Waktu-waktu yang digunakan untuk melakukan kegiatan yoga ini adalah
ketika terbit matahari dan terbenamnya. Kedua waktu tersebut merupakan
kondisi dimana matahari berada di antara dua tanduk setan. Hendaknya
seorang muslim menghindari waktu-waktu yang menjadi kebiasaan para
praktisi yoga saat melakukan ritualnya. Bahkan untuk ibadah sholat
sekalipun, Rasulullah melarang seseorang melakukan pada waktu-waktu
tersebut.
Hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa di saat
seseorang melakukan gerakan-gerakan dewa ini, maka dengan mudah setan
akan masuk ke dalam tubuhnya. Setan akan dengan cepat masuk ke dalam
aliram darahnya ketika ia melakukan gerakan-gerakan ini. Salah seorang
praktisi yoga yang diruqyah menceritakan bahwa di dalam dirinya terdapat
pulihan ribu jin. Ketika ditanyakan kepada ustadz yang meruqyah
dirinya, jin-jin tersebut masuk ke dalam tubuh saat melakukan
gerakan-gerakan ritual itu.
PAHAM REINKARNASI DALAM YOGA
REINKARNASI yaitu ruh/nyawa pindah dari badannya setelah mati ke badan
yang lain.Menurut Ensiklopedi Indonesia, Reinkarnasi adalah ajaran Timur
Kuno tentang kelahiran kembali. Ajaran ini berpatokan kepada paham,
manusia memiliki hubungan keluarga dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Manusia tunduk kepada rantai eksistensi yang disebut samsara. Tenaga
pendorong cakra kelahiran kembali adalah hukum Karma, hukum akibat dari
perbuatan. Akibat itulah yang menyebabkan manusia lahir kembali dalam
ujud mahluk yang lebih tinggi atau lebih rendah martabatnya.
Dalam hal hubungan ajaran reinkarnasi dalam yoga yang bertentangan
dengan ajaran islam, ada para praktisi yoga muslim yang kini mempercayai
keyakinan reinkarnasi. Dalam yoga diajarkan untuk membangkitkan
kundalini dan membuka chakra-chakra untuk terlepas dari lingkaran
reinkarnasi. Dengan bangkitnya kundalini maka seseorang bisa membakar
karma negatifnya dari masa kelahirannya yang berulangkali hingga pada
saat dia lahir saat ini hingga akan membuat dirinya terlepas dari
samsara.
Betulkah ada kebenaran paham reinkarnasi yang
diajarkan oleh filsafat yoga? Mari kita bahas mengenai sesatnya
kepercayaan reinkarnasi yang dibawa ajaran yoga. Yang telah difatwakan
sesat oleh para ulama.
Reinkarnasi, faham kafir
1.
Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi, Al-Mubarokafuri Abul’ala w 1353H, 10 juz,
Darul Kutub Ilmiyyah, Beirut, tt., juz 5, h 222 menegaskan:
Ketahuilah, tanasukh/reinkarnasi adalah kembalinya roh-roh ke
badan-badan di dunia ini tidak di akherat karena mereka mengingkari
akherat, surga dan neraka, maka karena itu mereka kafir. Titik. Aku
(Al-Mubarokafuri, penulis Tuhfatul Ahwadzi, Syarah Kitab Hadits Jami’
at-Tirmidzi) katakan atas batilnya tanasukh/reinkarnasi itu ada
dalil-dali yang banyak lagi jelas di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Di
antaranya:
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga
apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya
Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh
terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu
adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada dinding
sampai hari mereka dibangkitkan (QS AL-Mukmin: 99-100).
2.
Dalam Kitab al-Muhalla, Ibnu Hazm mengemukakan hadits dari Ibnu Umar
berkata, Rasulullah saw bersabda: “Apabila seseorang meninggal maka
dibentangkan atasnya tempat duduknya pagi dan sore. Apabila ia termasuk
ahli surga maka surga lah (yang dibentangkan padanya) dan apabila ia
termasuk ahli neraka maka neraka lah (yang dibentangkan padanya).
Kemudian dikatakan padanya, ini tempat dudukmu yang kamu dibangkitkan
kepadanya pada hari qiyamat. ” Maka dalam hadits ini bahwa ruh-ruh itu
merasakan mengetahui dipilih-pilih setelah berpisahnya dari jasad.
Adapun orang yang mengira bahwa ruh-ruh itu berpindah ke jasad yang lain
maka persangkaan itu adalah perkataan orang-orang yang berfaham
reinkarnasi/ tanasukh, dan itu adalah kekafiran menurut seluruh umat
Islam.
KESIMPULAN
Dari penjabaran diatas maka saran
kami, TINGGALKANLAH YOGA!! WASPADALAH!!! Jika kita meyakini RITUAL YOGA
dapat meningkatkan spiritualitas dibanding dengan ibadah-ibadah yang
telah dituntunkan Rasulullah maka lenyaplah amalan-amalan yang telah ia
kerjakan dan setanlah yang menjadi temannya.
Firman Allah Ta’ala:
ذَلِكَ هُدَى اللهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Itulah petunjuk Allah, yang dengan-Nya Dia memberi petunjuk kepada
siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka
mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah
mereka kerjakan.”(Al-An’am;88).
Allah SWT juga berfirman:
وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
”Barangsiapa yang berpaling dari ketentuan Allah (Al-Qur’an dan
As-Sunnah),Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan),maka setan
itulah yang menjadi teman yang selalu mengikutinya.”(Az-Zukhruf:36)
Tidak ada gunanya lagi kita shalat, dzikir jika dalam hati kita telah
ada kerusakan akidah Tauhid, semua amalan kita tidak akan diterima Allah
SWT!
Yoga sesungguhnya berada dalam konteks Hinduisme oleh
karena itu bersifat sangat sinkretistik. Ia menyamakan agama yang satu
dengan yang lain. Hingga dikatakan yoga dapat diikuti oleh berbagai
macam agama. Ajaran mereka menganut spiritual perenial yang
mengedepankan “kebaikan” universal. Hingg tanpa sadar banyak para
praktisi yoga muslim yang akhirnya tersesat hingga hilang dalam dirinya
ghiroh keislaman. Padahal Allah telah menyatakan Agama yang diridoi
adalah Islam jelas menunjukkan bahwa agama atau kepercayaan lain selain
Islam tidak diridoi dan merupakan kesesatan.
Allah Ta’ala juga berfirman :
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ اْلإِسْلاَمِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلأَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barang siapa yang mencari selain Islam sebagai din (agama) maka sama
sekali tidak diterima daripadanya dan dia di akhirat kelak termasuk
daripada kalangan golongan yang rugi” (Surah Ali `Imran : 85)”.
Jika ada para praktisi Yoga, menganggap bahwa ilmu Yoga sebagai salah
satu metode dalam mendekatkan diri pada Allah hingga ibadah-ibadah
syar’iah kita banyak tergantikan dengan “peribadatan” ala yoga. Maka
sia-sialah yang dia lakukan.
Tidakkah ia membaca firman Allah Ta’ala.
الَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
” Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka
dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat
keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS.
Al-An’am: 82).
Al-Imam Ibn Kathir dalam Tafsir al-Quran
al-`Azim, menafsir ayat dalam Surah Ali `Imran di atas menyatakan:
“Barangsiapa yang melalui suatu cara yang lain dari apa yang di
syari’atkan Allah maka sama sekali amalnya tidak diterima”.
Bahkan kita tanpa sadar dipaksa untuk meyakini kebenaran doktrin konsep
ketuhanan selain Islam yang menggugat ke-Esaan Allah. Dengan tanpa sadar
meyakini adanya para dewa yang berada dalam setiap gerakan Yoga,
ataupun pada saat kita meditasi chakra dengan meyakini ada dewa penjaga
chakra.
Ingatlah firman Allah Ta’ala:
شَهِدَ اللهُ
أَنَّهُ َلآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ
قَائِمًا بِالْقِسْطِ َلآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Allah menyatakan tiada Tuhan selain Ia, Demikian pula para malaikat
dan orang-orang yang berilmu, menyatakan demikian. Tiada Tuhan selain Ia
Yang Mahaperkasa lagi Maha bijaksana”.(Ali Imran:18).
Bahkan
lebih dari itu jika kita sudah berbuat syirik. Allah telah berfirman
bagi siapa saja yang mempersekutukan-Nya dan menganggap adanya Ilah lain
selain Allah maka Allah tidak akan mengampuninya.
Firman Allah Ta’ala:
إِنََّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ
ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ ضَلََّ ضَلَلا
بَعِيدًا
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa
mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, Dan Dia mengampuni dosa yang lain
dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang
mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah
tersesat sejauh-jauhnya. “(An-Nisaa’ : 116).
Saya sangat
mengharap ada dari para blogger muslim yang masih mempunyai keimanan dan
keikhlasan (untuk membela agamanya dari anasir-anasir jahad) yang mau
memposting dan menyebarluaskan artikel ini, semoga amal ibadah ikhwan
dan akhwat sekalian dicatat amal kebaikan oleh Allah Ta’ala dan akan
menjadi tabungan pahala kita di hari akhirat kelak. Amin…….
Wassalamu’alaikum. Wr.Wb.
Penggunaan mantra yoga ini banyak dilakukan oleh berbagai “rumah/padepokan yoga”. Pengistilahan penyebutan mantra syirik dikalangan para praktisi yoga kadang disamarkan dengan istilah chanting. Chanting adalah menyebutkan kalimat yang diulang seperti om yoga om, adalah untuk meditasi memusatkan konsentrasi dengan membuang pikiran yang ada di luar sebelum berlatih Yoga.
Mantra om yoga om yang sering dilafalkan sebelum latihan yoga adalah sebuah mantra syirik. Dimana kita ketahui penyebutan suku kata om sering dilakukan pemeluk agama hindu atau budha. Maka jika kita menyebutkan om yoga om maka tanpa sadar kita akan terjerumus pada kesyirikan. Sama seperti penyebutan simbol-simbol Reiki seperti simbol Raku (bentuk petir) yang mempunyai fungsi mengusir kekuatan jahat. Namun simbol Raku ini sebetulnya adalah lambang kekuatan Dewa Petir Tibet yang bernama Vajrapani atau dalam bahasa Tibet disebut Dorju Raiten (kekuatan langit yang terang benderang). Simbol ini dianggap lambang kekuatan tertinggi di bumi yang bisa dikuasai manusia dan hanya dapat digunakan secara sempurna oleh seorang Dewa.
Hakikatnya jika kita memanggil simbol Raku dan memanggil namanya sesungguhnya kita memanggil kekuatan Dewa Petir Tibet dengan kata lain kita disadari atau tidak disadari akan berbuat syirik pada Allah karena memanggil dan meminta kekuatan Dewa-Dewanya masyarakat Tibet. Begitu pula halnya jika menyebut om yoga om. Kalimat tersebut adalah bahasa weda yang berarti sebutan bagi Tuhan / Dewa-dewanya agama Hindu.
Maha Suci Allah dari yang orang-orang kafir sifatkan. Tiada dewa atau tuhan selain Allah. Firman Allah Ta’ala:
لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلاَّ اللهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ
“Sekiranya ada di langit dan bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa.Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.”(QS.Anbiyaa’(21):22)
KESESATAN RITUAL DAN SPIRITUALITAS YOGA
Dalam prakteknya, yoga mirip dengan kegiatan olah raga/ olah tubuh dengan tujuan tertentu. Nama asli olah tubuh ini sendiri berasal dari bahasa sangsekerta yaitu sastanga suriyanama sakar yang artinya sujud kepada matahari dengan menggunakan anggota tubuh yang delapan. Dengan demkian, yoga bukanlah olahraga murni yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh maupun ketenangan batin, sebagaimana klaim para praktisinya. Secara esensi yoga lebih dekat pada salah satu bentuk ritual setan atau praktik ibadah yang ditujukan oleh pengikutnya kepada dewa matahari. Bentuk ritual ini merupakan praktik yang sudah berlangsung selama ribuan tahun yang lalu di India.
Gerakan yoga secara khususnya bertumpu pada sepuluh gerakan. Salah satu bentuk gerakannya adalah gerakan menelungkup di atas tanah dengan keadaan memanjang hingga ke delapan anggota tubuh menyentuh tanah (dua tangan, hidung, dada, dua lutut, dan jari-jemari dua telapak kaki). Gerakan ini serupa dengan bentuk gerakan sujud kepada matahari dengan menggunakan anggota tubuh yang delapan.
Jika kita amati, maka gerakan-gerakan yoga ini menyerupai gerakan para dewa yang disembah oleh orang-orang India (di dalam buku senam yoga untuk ibu hamil terdapat gerakan-gerakan seperti ini dimana gerakan-gerakan ini dijelaskan merupakan gerakan seperti gerakan dewa, jelaslah disini bahwa senam yoga memang merujuk gaya dan gerakan para dewa yang disembah oleh kaum pagan). Dalam Yoga, menggunakan doa-doa disebut mantra yoga dan gerakan-gerakan disebut hatha yoga. Dalam melakukan gerakan ini, mereka mengiringinya dengan lafadz-lafadz dan bacaaan tertentu yang beraroma mantra. Mereka melakukannya dengan irama teratur. Sebagian dari bait-bait mantra ini mengandung nama-nama matahari yang berjumlah 12. Dalam mengucapkan mantra-mantra (mereka menyebutnya afirmasi) terkadang mereka menambahinya dengan lafadz aum haraam, aum hariim, aum haruum, yang memiliki makna dalam bahasa Indonesia “Ya, Dewa atau Wahai Dewa“. Waktu-waktu yang digunakan untuk melakukan kegiatan yoga ini adalah ketika terbit matahari dan terbenamnya. Kedua waktu tersebut merupakan kondisi dimana matahari berada di antara dua tanduk setan. Hendaknya seorang muslim menghindari waktu-waktu yang menjadi kebiasaan para praktisi yoga saat melakukan ritualnya. Bahkan untuk ibadah sholat sekalipun, Rasulullah melarang seseorang melakukan pada waktu-waktu tersebut.
Hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa di saat seseorang melakukan gerakan-gerakan dewa ini, maka dengan mudah setan akan masuk ke dalam tubuhnya. Setan akan dengan cepat masuk ke dalam aliram darahnya ketika ia melakukan gerakan-gerakan ini. Salah seorang praktisi yoga yang diruqyah menceritakan bahwa di dalam dirinya terdapat pulihan ribu jin. Ketika ditanyakan kepada ustadz yang meruqyah dirinya, jin-jin tersebut masuk ke dalam tubuh saat melakukan gerakan-gerakan ritual itu.
PAHAM REINKARNASI DALAM YOGA
REINKARNASI yaitu ruh/nyawa pindah dari badannya setelah mati ke badan yang lain.Menurut Ensiklopedi Indonesia, Reinkarnasi adalah ajaran Timur Kuno tentang kelahiran kembali. Ajaran ini berpatokan kepada paham, manusia memiliki hubungan keluarga dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan. Manusia tunduk kepada rantai eksistensi yang disebut samsara. Tenaga pendorong cakra kelahiran kembali adalah hukum Karma, hukum akibat dari perbuatan. Akibat itulah yang menyebabkan manusia lahir kembali dalam ujud mahluk yang lebih tinggi atau lebih rendah martabatnya.
Dalam hal hubungan ajaran reinkarnasi dalam yoga yang bertentangan dengan ajaran islam, ada para praktisi yoga muslim yang kini mempercayai keyakinan reinkarnasi. Dalam yoga diajarkan untuk membangkitkan kundalini dan membuka chakra-chakra untuk terlepas dari lingkaran reinkarnasi. Dengan bangkitnya kundalini maka seseorang bisa membakar karma negatifnya dari masa kelahirannya yang berulangkali hingga pada saat dia lahir saat ini hingga akan membuat dirinya terlepas dari samsara.
Betulkah ada kebenaran paham reinkarnasi yang diajarkan oleh filsafat yoga? Mari kita bahas mengenai sesatnya kepercayaan reinkarnasi yang dibawa ajaran yoga. Yang telah difatwakan sesat oleh para ulama.
Reinkarnasi, faham kafir
1. Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi, Al-Mubarokafuri Abul’ala w 1353H, 10 juz, Darul Kutub Ilmiyyah, Beirut, tt., juz 5, h 222 menegaskan:
Ketahuilah, tanasukh/reinkarnasi adalah kembalinya roh-roh ke badan-badan di dunia ini tidak di akherat karena mereka mengingkari akherat, surga dan neraka, maka karena itu mereka kafir. Titik. Aku (Al-Mubarokafuri, penulis Tuhfatul Ahwadzi, Syarah Kitab Hadits Jami’ at-Tirmidzi) katakan atas batilnya tanasukh/reinkarnasi itu ada dalil-dali yang banyak lagi jelas di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Di antaranya:
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (QS AL-Mukmin: 99-100).
2. Dalam Kitab al-Muhalla, Ibnu Hazm mengemukakan hadits dari Ibnu Umar berkata, Rasulullah saw bersabda: “Apabila seseorang meninggal maka dibentangkan atasnya tempat duduknya pagi dan sore. Apabila ia termasuk ahli surga maka surga lah (yang dibentangkan padanya) dan apabila ia termasuk ahli neraka maka neraka lah (yang dibentangkan padanya). Kemudian dikatakan padanya, ini tempat dudukmu yang kamu dibangkitkan kepadanya pada hari qiyamat. ” Maka dalam hadits ini bahwa ruh-ruh itu merasakan mengetahui dipilih-pilih setelah berpisahnya dari jasad. Adapun orang yang mengira bahwa ruh-ruh itu berpindah ke jasad yang lain maka persangkaan itu adalah perkataan orang-orang yang berfaham reinkarnasi/ tanasukh, dan itu adalah kekafiran menurut seluruh umat Islam.
KESIMPULAN
Dari penjabaran diatas maka saran kami, TINGGALKANLAH YOGA!! WASPADALAH!!! Jika kita meyakini RITUAL YOGA dapat meningkatkan spiritualitas dibanding dengan ibadah-ibadah yang telah dituntunkan Rasulullah maka lenyaplah amalan-amalan yang telah ia kerjakan dan setanlah yang menjadi temannya.
Firman Allah Ta’ala:
ذَلِكَ هُدَى اللهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Itulah petunjuk Allah, yang dengan-Nya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.”(Al-An’am;88).
Allah SWT juga berfirman:
وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
”Barangsiapa yang berpaling dari ketentuan Allah (Al-Qur’an dan As-Sunnah),Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan),maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu mengikutinya.”(Az-Zukhruf:36)
Tidak ada gunanya lagi kita shalat, dzikir jika dalam hati kita telah ada kerusakan akidah Tauhid, semua amalan kita tidak akan diterima Allah SWT!
Yoga sesungguhnya berada dalam konteks Hinduisme oleh karena itu bersifat sangat sinkretistik. Ia menyamakan agama yang satu dengan yang lain. Hingga dikatakan yoga dapat diikuti oleh berbagai macam agama. Ajaran mereka menganut spiritual perenial yang mengedepankan “kebaikan” universal. Hingg tanpa sadar banyak para praktisi yoga muslim yang akhirnya tersesat hingga hilang dalam dirinya ghiroh keislaman. Padahal Allah telah menyatakan Agama yang diridoi adalah Islam jelas menunjukkan bahwa agama atau kepercayaan lain selain Islam tidak diridoi dan merupakan kesesatan.
Allah Ta’ala juga berfirman :
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ اْلإِسْلاَمِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلأَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barang siapa yang mencari selain Islam sebagai din (agama) maka sama sekali tidak diterima daripadanya dan dia di akhirat kelak termasuk daripada kalangan golongan yang rugi” (Surah Ali `Imran : 85)”.
Jika ada para praktisi Yoga, menganggap bahwa ilmu Yoga sebagai salah satu metode dalam mendekatkan diri pada Allah hingga ibadah-ibadah syar’iah kita banyak tergantikan dengan “peribadatan” ala yoga. Maka sia-sialah yang dia lakukan.
Tidakkah ia membaca firman Allah Ta’ala.
الَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
” Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-An’am: 82).
Al-Imam Ibn Kathir dalam Tafsir al-Quran al-`Azim, menafsir ayat dalam Surah Ali `Imran di atas menyatakan: “Barangsiapa yang melalui suatu cara yang lain dari apa yang di syari’atkan Allah maka sama sekali amalnya tidak diterima”.
Bahkan kita tanpa sadar dipaksa untuk meyakini kebenaran doktrin konsep ketuhanan selain Islam yang menggugat ke-Esaan Allah. Dengan tanpa sadar meyakini adanya para dewa yang berada dalam setiap gerakan Yoga, ataupun pada saat kita meditasi chakra dengan meyakini ada dewa penjaga chakra.
Ingatlah firman Allah Ta’ala:
شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ َلآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ َلآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Allah menyatakan tiada Tuhan selain Ia, Demikian pula para malaikat dan orang-orang yang berilmu, menyatakan demikian. Tiada Tuhan selain Ia Yang Mahaperkasa lagi Maha bijaksana”.(Ali Imran:18).
Bahkan lebih dari itu jika kita sudah berbuat syirik. Allah telah berfirman bagi siapa saja yang mempersekutukan-Nya dan menganggap adanya Ilah lain selain Allah maka Allah tidak akan mengampuninya.
Firman Allah Ta’ala:
إِنََّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ ضَلََّ ضَلَلا بَعِيدًا
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, Dan Dia mengampuni dosa yang lain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. “(An-Nisaa’ : 116).
Saya sangat mengharap ada dari para blogger muslim yang masih mempunyai keimanan dan keikhlasan (untuk membela agamanya dari anasir-anasir jahad) yang mau memposting dan menyebarluaskan artikel ini, semoga amal ibadah ikhwan dan akhwat sekalian dicatat amal kebaikan oleh Allah Ta’ala dan akan menjadi tabungan pahala kita di hari akhirat kelak. Amin…….
Wassalamu’alaikum. Wr.Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar